16 Subsektor Ekonomi Kreatif : Penjelasan Tentang Film, Animasi, Video

Subsektor ekonomi kreatif ilm, animasi & video menjadi salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif yang diprioritaskan pemerintah. Sektor ini dikelola dan dikembangkan bersama subsektor lainnya, misalnya aplikasi, game developer, dan subsektor musik.

Peran Bekraf dalam 16 Subsektor Ekonomi Kreatif: Film, Animasi, dan Video

Bekraf menjadi lembaga pemerintah non-kementerian di bawah Kementerian Pariwisata. Namun, pertanyaannya adalah apakah perannya sudah cukup maksimal? Lembaga ini memang menaungi 16 subsektor industri kreatif, salah satunya film, animasi, dan video.

Berikut ini beberapa peran Bekraf dalam sektor ekonomi kreatif film, animasi, dan video:

1. Mengadakan Pelatihan

Faktanya, masih banyak pelaku industri kreatif di subsektor ini yang memilih karir di luar negeri. Padahal, kreator dalam negeri memang banyak yang sudah memiliki skill di level internasional. Baik di bidang film, game, maupun komik.

Contohnya pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di bidang komik online. Para pelaku industri kreatif mendapat penghasilan melimpah ketika bekerja di perusahaan besar luar negeri. Komik daring di Indonesia sendiri saat ini menjadi ladang yang amat menggiurkan.

Oleh karena itu, Bekraf mengadakan berbagai pelatihan sebagai dukungan untuk pelaku industri kreatif di sektor film, animasi, dan video. Industri kreatif di masa depan akan lebih maju dengan integrasi satu sama lain di masing-masing sektor.

2. Sertifikasi Animator

Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif mendukung animator lokal bersertifikat untuk bersaing di pasar global. Mungkin kamu menyadari bahwa akhir-akhir ini Indonesia menunjukkan kompetensinya dalam membuat animasi.

Bahkan tidak sedikit lho animator tanah air yang berkecimpung di dunia internasional. Salah satu peluang tersebut bisa didapatkan melalui sertifikasi. Sebuah sertifikat menjadi salah satu bukti kompetensi seseorang di bidang film, animasi, dan video.

Perlu diketahui, sektor ini memang menjadi salah satu yang diprioritaskan oleh Bekraf. Selama lima tahun terakhir, sektor ini menunjukkan tren perkembangan yang fluktuatif.

Namun di tahun 2015, bidang ini mengalami kenaikan sampai 6,68%.Tak heran jika di tahun berikutnya sektor film, animasi, dan video tetap menjadi salah satu fokus ekonomi kreatif.

3. Mempopulerkan Konten Lokal

Apakah kamu menjadi salah satu penikmat komik daring? Ternyata seorang komikus lokal bisa menghasilkan pendapatan Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan hanya dari komik online, lho. Misalnya di komik webtoon yang memberikan keuntungan fantastis ini.

Bahkan tidak sedikit komikus yang tidak mengenyam pendidikan formal untuk menekuni bidang ekonomi kreatif ini. Tren komik daring memang semakin fenomenal di Indonesia, ditambah kepopuleran media sosial.

Misalnya industri komik daring dan film yang bisa semakin masif bekerja sama. Sektor ini memang semakin pesat seiring perkembangan dunia digital. Misalnya di sektor film nasional yang saat ini sudah menunjukkan kemajuan.

Namun, efeknya masih banyak antrean untuk menonton di bioskop saja. Sejak masa pandemi Covid-19, banyak alternatif kanal untuk menonton yang menjadi pilihan. Misalnya Youtube, Viu, Iflix, Netflix, dan lain sebagainya.

Hal ini membuat karya sineas di dalam negeri banyak disaksikan, bahkan sudah mendapat pengakuan internasional, lho. Diharapkan adanya Bekraf akan memberikan solusi yang dapat diimplementasikan di lapangan. Misalnya dengan membentuk Komisi Film Daerah.

Konten lokal memang memiliki ruang tersendiri bagi penontonnya di tanah air. Peluang usaha dalam subsektor film, animasi, dan video adalah salah satu yang terbesar.

Tantangan besar yang harus dihadapi agar bisa bersaing adalah kualitas produksi, cerita, dan promosi. Jadi, film dalam negeri pun tidak selalu kalah dengan drama korea yang banyak dikagumi bukan?

Film dan Animasi Lokal Berkualitas di Tanah Air

Apakah kamu menjadi salah satu penikmat animasi lokal? Bidang ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk dikelola dan dikembangkan. Mengingat potensinya yang cukup besar sebagai salah satu penunjang ekonomi kreatif di tanah air.

Tak heran jika pihak pemerintah pun harus bekerja sama dengan pemangku kepentingan animasi di Indonesia. Hal ini dilakukan demi perkembangan subsektor animasi yang lebih maju. Mungkin kamu pernah menonton contoh film, animasi, dan video lokal berkualitas berikut ini:

  • Battle of Surabaya (2015)
  • Si Juki The Movie : Panitia Hari Akhir (2017)
  • Knight Kris (2017)
  • Titus : Mystery of The Enygma (2020)
  • Riki Rhino (2020)

Beberapa animasi berkualitas di atas menjadi bukti bahwa sektor industri kreatif ini memang memiliki potensi yang tinggi. Salah satu upaya dari Bekraf adalah dengan menggelar Bekraf Animation Conference (BEACON).

Acara ini memperkenalkan program-program yang berhubungan dengan ekonomi kreatif. Khususnya pada masyarakat yang tertarik dengan subsektor animasi. Gelaran tersebut diharapkan menjadi jembatan yang menengahi kesenjangan rumah produksi animasi dan investor.

Walau bagaimana pun juga, Bekraf telah mengadakan BEACON ini sebagai bukti membangun ekosistem animasi dalam negeri yang lebih baik. Hal ini dilakukan demi peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia dalam membangun subsektor animasi.

Bekraf memberikan kesempatan kepada para pelaku di sektor animasi untuk menunjukkan produk mereka. Hal ini bertujuan agar produk animasi dapat melibatkan stasiun televisi, agensi, dan menarik investor.

Faktor Penghambat Kemajuan Sektor Animasi Dalam Negeri

Memang tidak bisa disangkal lagi jika salah satu penghambat majunya sektor animasi dalam negeri adalah keterbatasan modal. Padahal, animasi menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang sangat potensial dan layak diperjuangkan.

Bahkan subsektor film, animasi, dan video semakin menunjukkan tren positif perkembangannya di tahun 2017. Di tahun tersebut, pertumbuhan pesat terjadi di subsektor ini hingga mencapai 6,68%.

Berdasarkan data statistik Bekraf dan BPS, PDB untuk ekonomi kreatif di tahun 2016 mencapai lebih dari Rp 922 triliun. Sementara itu, laju pertumbuhan di subsektor film, animasi, dan video sudah lebih dari 10%.

Ulasan mengenai salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif: film, animasi, dan video di atas semoga bisa menambah wawasan kita. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi film dan animasi tanah air memang tidak kalah keren dengan di luar negeri.